WeCreativez WhatsApp Support
kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
Hai, apa yang bisa kami bantu?

Tips Sukses Dampingi Anak Memilah Tontonan Cerdas!

Orang tua cerdas adalah orang tua yang membimbing anaknya dengan cara cerdas dan cermat. Termasuk memberikan tontonan cerdas kepada anak. Banyaknya tontonan yang hadir dewasa ini, membuat orang tua harus cerdas dalam memilah tontonan tersebut supaya anak tidak terjerumus ke dalam hal buruk. Dr. Andria Saptyasari, S.Sos., M.A. dalam kelas diskusi #Akademiability (16/8/2021) memberikan tips sukses kepada orang tua untuk mendampingi anak memilah tontonan cerdas.

Acara TV, Film, Video YouTube, dan lain sebagainya merupakan tontonan yang memiliki beragam konten. Sebelum memaparkan tips memilah tontonan cerdas kepada anak, Bu Andria berpesan, “macam-macam tontonan yang ada ini harus disaring, karena tidak semuanya bagus untuk anak. Saringan tersebut tidak lain ada dari orang tua.” Jadi, yuk simak tips berikut supaya Anda sukses dalam mendampingi anak memilah tontonan cerdas.

  1. Dampingi Anak untuk Menyesuaikan Tontonan.

Lembaga Sensor Film telah menentukan rating usia pada program televisi dan film. Macam-macam rating usia tersebut adalah: Semua Umur (SU) yang berarti anak-anak juga dapat menontonnya. Prasekolah (P) untuk anak usia 2-6 tahun. Anak-anak (A) untuk anak usia 7-12 tahun. Remaja (R) untuk usia 13-17 tahun. Kemudian untuk Dewasa (D) yaitu usia 17 tahun ke atas.

Dari pembagian rating usia tersebut, orang tua dapat mengerti tontonan mana yang memang diperuntukkan kepada anak. Orang tua pun dapat memberikan pengetahuan anak dengan memilah tontonannya sendiri melalui rating usia yang sesuai dengannya.  Jika pada program televisi, biasanya rating usia tersebut memiliki jadwal tayang yang mudah dikenali. Untuk pagi dan sore hari merupakan program TV yang tayang untuk anak-anak. Berupa kartun, program edukasi, dan semacamnya. Sedangkan pada malam hari merupakan program TV yang tayang untuk orang dewasa. 

Perlu digarisbawahi juga, bahwa program kartun yang dianggap program untuk anak sebetulnya tidak selamanya benar-benar untuk anak. Program kartun tersebut tetap kembali pada konten yang disajikan. Sedangkan yang benar-benar tidak pantas untuk anak, yaitu tontonan yang mengandung pelecehan seksual dan kekerasan. 

  1. Dampingi Anak dengan Mengontrol

Ketika memberikan dampingan, orang tua diharap dapat mengontrol terkait waktu dan apa yang sedang ditonton anak. Menonton memang baik untuk perkembangan visual anak. Namun tidak semua tontonan itu baik dan harus ditonton terus-menerus. Jangan sampai anak terlena dengan kegiatan menonton. 

Melalui pendampingan orang tua, anak mendapatkan kapan waktu untuk menonton konten edukasi dan hiburan. Dalam konten edukasi, orang tua juga dapat memilih edukasi mana yang tepat supaya potensi anak dapat berkembang. Atau konten edukasi tersebut dapat menumbuhkan potensi baru kepada anak. Sedangkan konten hiburan diharapkan tidak terlalu lama ditonton. Artinya, orang tua dan anak dapat bekerja sama membuat jadwal dan menentukan jenis tontonan anak. Sebab menonton sebetulnya juga memiliki porsi masing-masing dan sesuai kebutuhan saja. Jika hanya menuruti keinginan dan tidak memiliki target dari yang ditonton, maka hasilnya akan sia-sia. Anak maupun orang tua tidak akan mendapatkan manfaat dari apa yang ditonton. Sekalipun itu konten hiburan yang memiliki manfaat.

  1. Dampingi Anak dengan Menyampaikan Pesan yang Kurang Eksplisit

Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam suatu karya termasuk program televisi maupun film tentu mengandung pesan. Namun, pesan yang disampaikan dapat eksplisit maupun implisit. Tugas orang tua dalam pendampingan anak tidak lain adalah menyampaikan pesan yang kurang eksplisit. Dalam artian, apabila anak kurang dapat menangkap pesan yang terkandung dari apa yang ditonton, maka orang tua dapat menyampaikan pesan tersebut. Jadi, anak tidak akan tertinggal pesan atau informasi dari apa yang ditontonnya. 

Dengan tips ini, orang tua juga dapat memastikan anak dengan menanyakan apakah anak sudah dapat menangkap pesan dari apa yang ditontonnya. Jika sudah dan dapat menjelaskan pesan tersebut, artinya orang tua dapat memberikan apresiasi kepada anak. Sedangkan jika belum, maka orang tua yang akan menyampaikan pesan tersebut.

  1. Dampingi Anak dengan Menjalin Komunikasi 

Menjalin komunikasi dengan anak sama halnya mempererat hubungan dekat antara orang tua dan anak. Cukup berhubungan dengan tips sebelumnya, tips ini bertujuan supaya orang tua tidak lengah dalam mendampingi anak ketika menonton. Kebersamaan antara orang tua dan anak ketika menonton ini akan memberikan nilai plus dalam menjaga keharmonisan. Dengan menjalin komunikasi pula, orang tua dapat mengetahui perkembangan anak. 

Dalam komunikasi ini, orang tua dapat menanyakan hal yang berhubungan dengan tontonan tersebut. Contoh jika film atau kartun yang ditonton, maka orang tua dapat menanyakan alur cerita, karakter tokoh, deskripsi latar cerita, dan sebagainya. Cara ini dapat memberikan manfaat terhadap kemampuan berbahasa anak. 

Itulah tips sukses dampingi anak memilah tontonan cerdas. Dengan mendampingi anak ketika menonton, orang tua dapat memahami apa yang disenangi anak. Bu Andria pun berpesan kepada orang tua untuk tidak asal melarang anak menonton jika belum pernah mendampingi anak menonton atau turut menonton dari yang ditonton anak. (NAF). 

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: