Lebih dari dua juta penduduk Indonesia adalah Anak Berkebutuhan Khusus (data SUPAS, 2015), sebagian besar diantaranya tidak terlibat dalam kegiatan masyarakat karena adanya stigma negatif yang melekat pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Gerakan #KitaSama berangkat dari keresahan ini. Kami melakukan penyuluhan  untuk menanamkan semangat bahwa ABK dan non-ABK sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Melalui gerakan #KitaSama, kami berharap kepedulian dan ruang inklusi untuk ABK akan semakin terbuka seiring dengan kian bertumbuhnya pemahaman masyarakat terkait ABK.

Sejak tahun 2018 kami telah menginisiasi adanya Gerakan #KitaSama melalui penyuluhan ke sekolah serta peringatan Hari Down Syndrome sedunia dan Hari Autisme melalui kampanye viral, baik melalui sosial media maupun melalui sovenir yang kami sebarkan secara gratis di seluruh kota Surabaya.

Ke depannya, kami akan mewujudkan adanya ruang inklusi ini melalui kompetisi dan panggung kesenian yang terbuka bagi ABK maupun non-ABK.

 

previous arrow
next arrow
Slider