Perjalanan Berkarya ADHD sebagai Konten Kreator 

Sabda Avicenna adalah remaja ADHD yang telah menggemari komputer sejak TK. Sang ayah yang mengetahui minat anaknya pun memberikan laptop bekas miliknya untuk dikreasikan Sabda. Dari laptop tersebut, Sabda mulai belajar mengoperasikan Microsoft Excell dan Microsoft Word. Sembari belajar komputer, secara tidak langsung Sabda belajar bahasa Inggris, sehingga di sekolah Sabda selalu mendapat nilai sempurna pada pelajaran bahasa Inggris. 

Kisah perjalanan Sabda dalam berkarya disampaikan pada kelas diskusi #Akademiability Kamis, (4/08/2022)  oleh ibu tercinta, yaitu Bu Humairoh. Beliau bangga dengan konsistensi Sabda pada komputer, yang kemudian mengantarkannya dalam mendapatkan jalur undangan untuk berkuliah di jurusan Teknik Informatika. 

Namun pada masa kuliah, Sabda kecanduan game online. Banyak waktu belajar dan waktu tidur Sabda tergantikan dengan game online. Ia selalu bangun kesiangan dan mengantuk di kelas. Sang ayah pun memberikan ultimatum kepada Sabda dengan mengatakan, “Apakah Sabda tetap mau melanjutkan kuliah? Masa depan ada di tanganmu sendiri. Mau jadi pecundang atau orang yang bermanfaat? Silakan dipilih dan dibuktikan.”

Usai mendapat ultimatum dari ayahnya, Sabda mulai bangkit dan merasa bersalah karena kuliahnya jadi kacau saat sering bermain game online. Akhirnya, ia mulai membuktikan kalau mampu berkarya dan perlahan tidak kecanduan game online lagi. 

Sabda mulai berkarya di media sosial pada tahun 2018, tepatnya ketika ia menginjak semester 4 di perkuliahan. Lalu pada awal tahun 2019, Sabda mendapatkan penghasilan pertamanya yaitu Rp300.000 perbulan. Sabda pun terus mengembangkan media sosialnya dan ia mulai banyak dikenal orang di instagram.

Dalam perjalanan berkaryanya, Sabda diajak kerjasama oleh youtuber gaming untuk menjadi konten kreator. Youtuber tersebut aktif mengarahkan Sabda dalam berkarya dan update game terbaru. Dari situlah penghasilannya juga semakin bertambah setiap tahun. Hingga pada tahun 2022 ini Sabda memperoleh penghasilan jutaan rupiah perbulannya. Instagram gaming Sabda yaitu @ml_bakugo , sedangkan kanal YouTube nya yaitu “Whiz Super”. 

Bagi Sabda yang menempuh pendidikan di sekolah umum, ia pernah mendapat bullying dari teman-teman sekelasnya. Waktu SD, ada salah satu anak yang melopori untuk tidak berteman dengan Sabda karena Sabda autis. Sebelumnya, Sabda sudah dibekali orang tuanya dalam menindak teman yang sewaktu-waktu membullynya. Sabda pun melakukannya, yaitu dengan memperingatkan pembully, “Kamu jangan bilang seperti itu. Saya tersinggung. Tolong berhenti.” Namun teman-temannya tetap membully Sabda dengan sebutan autis. Sampai pada akhirnya Sabda pernah memberi ancaman fisik kepada temannya. 

Kemampuan Sabda untuk mengungkapkan apa yang dipikirannya sudah diajarkan Bu Humairoh dan suami sejak dini. Setiap sebelum berangkat sekolah, Sabda juga diajarkan cara untuk tenang. Kalau merasa marah, orang tuanya menyarankan supaya Sabda ambil air wudhu. Kalau masih marah, coba solat. Kalau tetap saja marah, coba ambil wudhu lagi dan membasahi seluruh bagian kepalanya. Langkah tersebut diikuti Sabda mulai kelas 3 SD. 

Terakhir, Bu Humairoh–ibu Sabda berpesan kepada para orang tua ABK. “Mari ayah bunda untuk tetap berbaik sangka atas ciptaan-Nya. Tidak ada produk gagal. Kita sedang diajarkan oleh Allah mengenai kesabaran dan kehidupan. Semangat untuk para orang tua.”

Penulis: Hayah Nisrinaf

Leave a Reply

Scroll to Top
×

Hai, apa yang bisa kami bantu?

× Hai, apa yang bisa kami bantu?
%d bloggers like this: