Kenali Lebih Dekat SLB dan Sekolah Inklusi untuk Menentukan Pendidikan ABK

Orang tua harus benar-benar jeli memilihkan sekolah bagi buah hatinya yang berkebutuhan khusus. Untuk ABK, terdapat 2 sekolah yang disarankan yaitu sekolah inklusi dan SLB. Bersama Viena Widayani, S. Psi (Guru SLB Negeri Purwosari) dalam kelas diskusi (2/8/2022), kita diajak mengenal lebih dekat sekolah inklusi dan SLB supaya bisa memilihkan sekolah yang cocok untuk buah hati kita.

Sekolah inklusi adalah bentuk solusi terhadap perlakuan diskriminatif dalam pelayanan pendidikan yang tujuannya memberikan kesempatan pada semua anak untuk bersekolah di sekolah reguler atau umum. Di sekolah inklusi, cukup sama dengan sekolah reguler, yaitu pembelajaran secara klasikal. Dalam satu kelas terdiri dari 20-30 peserta didik termasuk 2 hingga 3 ABK.

Jika sekolah siap dan matang dalam melayani inklusi, sudah pasti akan ada program tambahan bagi siswa yang mempunyai hambatan khusus. Contohnya disediakan fasilitas lain yang mendukung seperti jam tambahan, shadow teacher, dan beberapa metode pembelajaran “berbeda” bagi ABK. Dalam beberapa sekolah inklusi, biasanya bekerjasama dengan psikolog  dan tenaga kesehatan untuk mendukung pendidikan siswa yang berkebutuhan khusus. 

Kriteria ABK yang bisa sekolah inklusi yaitu: (1) ABK dengan segala hambatan yang ringan sampai sedang. (2) Mempunyai intelektual atau IQ minimal 80 atau sedikit di bawah rata-rata. (3) Kondusif di kelas atau bukan anak yang mudah tantrum ataupun agresif dan destruktif. (4) Respon dengan segala tugas atau instruksi guru. Jika tidak mampu respon langsung, maka perlu pendampingan guru shadow. (5) Mampu komunikasi dua arah. (6) Mampu bersosialisasi dengan cukup baik.

Selanjutnya, mari kita kenal lebih dekat Sekolah Luar Biasa (SLB). SLB adalah sekolah yang dikhususkan bagi anak berkebutuhan khusus dengan segala hambatannya baik hambatan secara fisik, mental maupun intelektual. SLB melayani jenjang pendidikan dari TK hingga SMA.

Adapun macam-macam SLB, yaitu SLB A khusus siswa yang mempunyai hambatan di mata (tunanetra), SLB B khusus siswa yang mempunyai hambatan di pendengaran (tunanetra/tuli), dan SLB secara umum yang menerima segala hambatan siswa. Mulai dari tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, dan autisme. Bagi siswa dengan hambatan tertentu, sangat disarankan sekolah di SLB yang khusus (SLB A atau SLB B).

SLB Umum yang menerima segala jenis hambatan juga tetap membedakan ruang kelas dan metode pembelajaran sesuai dengan kasus ketunaannya. Kelas pun disesuaikan dengan tingkat ketunaan ataupun kemampuan anak. Dalam SLB, terdapat program khusus yang diberikan kepada anak sesuai kurikulum dan hambatan anak. Kemudian di tingkat SMP dan SMA, siswa dibekali  banyak program kegiatan keterampilan sebagai bekal hidup bermasyarakat setelah lulus sekolah. Jadi, materi yang diajarkan di SLB tidak monoton atau berpatok pada akademis saja, tetapi juga keterampilan lainnya. 

Nah, itulah penjelasan dari sekolah inklusi dan SLB. Ayah dan bunda dapat menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anak berdasarkan penjelasan tersebut. Bu Viena berpesan kepada para orang tua, “Pilihkan sekolah yang paling tepat dan nyaman bagi anak, karena yang menjalani proses adalah anak, bukan kita”

Penulis: Hayah Nisrinaf

Leave a Reply

Scroll to Top
×

Hai, apa yang bisa kami bantu?

× Hai, apa yang bisa kami bantu?
%d bloggers like this: