WeCreativez WhatsApp Support
kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
Hai, apa yang bisa kami bantu?

Pentingnya Memenuhi “Kebutuhan Dasar Manusia” untuk ABK

Manusia memiliki kebutuhan dasar yang jika dipenuhi dapat memberikan kehidupan yang sejahtera. Termasuk pada ABK yang kerap mendapatkan stigma dari masyarakat. Bersama psikolog ternama, Asep Haerul Gani pada kelas diskusi #Akademiability pada Selasa, (2/11/21) kita mendapatkan edukasi terkait kebutuhan dasar manusia ini. Pak Asep memaparkan bagaimana ABK bisa mendapatkan kebutuhan dasar manusia supaya ia memiliki kepribadian yang lebih baik. 

  1. Rasa Aman

Rasa aman yang dimaksud dalam pembahasan ini tertuju kepada orang tua ABK. Sebagai orang tua yang dikaruniai anak spesial, perlu disadari apakah orang tua memiliki rasa aman atau tidak aman selama memiliki ABK. Rasa tidak aman yang dimaksud seperti merasa terancam, tidak yakin, dan kerap mempertanyakan keadaan yang dimiliki. Tidak hanya itu, rasa aman terhadap orang lain juga penting, seperti merasa malu atau khawatir dengan persepsi masyarakat bahwa ia memiliki ABK. 

Setelah rasa aman pada orang tua terwujud, orang tua dapat membangun dan merasakan rasa aman pada ABK. Prinsip yang digunakan tetap sama, yaitu bagaimana ABK tidak merasa terancam, tidak merasa malu, tidak merasa khawatir, dan merasa yakin dengan dirinya sendiri. 

  1. Hubungan atau Kedekatan dengan Orang Lain

Mendapatkan kebutuhan dasar manusia selanjutnya cukup sama dengan poin sebelumnya. Bahwa sebelum ABK memiliki kedekatan dengan orang lain, orang tua terlebih dahulu yang harus merasakan bagaimana memiliki kedekatan dengan ABK. Orang tua dapat memposisikan apabila menjadi orang lain tersebut, apakah merasa nyaman dengan ABK. 

Kemudian jika orang tua sudah merasakan kenyamanan tersebut dan merasa ABK layak untuk berhubungan dengan orang lain. Maka kemungkinan besar ABK akan lebih mudah diterima di masyarakat. ABK juga dapat memiliki hubungan atau kedekatan dengan orang lain. 

  1. Otonomi

Kebutuhan dasar manusia pada poin ini dapat diartikan memiliki kemandirian dan mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri. Dalam membimbing ABK, target utama orang tua adalah supaya anak dapat menjadi pribadi yang mandiri. Hal ini dapat dilakukan orang tua hingga anak mencapai gerbong kedewasaan. 

Kemandirian yang dicapai mulai dari dapat menolong diri sendiri seperti makan, mandi, memakai pakaian, dan melepas pakaian. Kemudian mandiri di lingkungan sekitarnya. Contoh dapat mengurus kamar, membersihkan rumah, dan sebagainya. Dengan begitu, biarlah anak bergerak sendiri untuk mengurus dirinya tanpa perlu terus-menerus dilayani. Tujuan dari adanya otonomi pada anak ini yaitu supaya ia tetap mampu menjalani keseharian dengan baik meskipun orang tuanya sudah tiada. 

  1. Ekspresi Diri 

Pentingnya memiliki kebutuhan dasar ini adalah supaya anak dapat mengekspresikan apa yang dirasakan. Sebagai orang tua, tidak perlu memberikan batasan terhadap ekspresi diri anak. Artinya, biarkanlah anak bereksplorasi dan menampilkan apa yang ia inginkan. Asalkan hal tersebut baik dan tidak merusak dirinya atau orang lain, maka anak dapat melanjutkan ekspresi dirinya tersebut. Ekspresi diri dapat berupa apa saja. Mulai dari menggambar, menulis, menyanyi, atau sesimpel berbicara. 

  1. Harga Diri

Kebutuhan dasar manusia selanjutnya adalah kebutuhan untuk dihargai. Setiap manusia membutuhkan pujian, penghargaan, atau apresiasi layaknya kebutuhan pokok. Sebab hal itu dapat mendorong manusia merasa dirinya ada dan dihargai. Ia akan tumbuh dengan lebih baik dan memaksimalkan kemampuannya. Dalam konteks ini, orang tua hendaknya jangan sekali-sekali menjatuhkan ABK, karena hal itu dapat membuat harga dirinya jatuh dan susah untuk bangkit. Sebaliknya, alangkah baik jika orang tua sering memberikan apresiasi dan pujian terhadap setiap jengkal langkah perkembangan ABK. 

Nah, itulah kebutuhan dasar manusia, yang mana ABK juga harus memilikinya dengan bantuan orang tua. Jika seluruhnya terpenuhi, akan menjadikan ABK pribadi yang lebih baik. Selain itu, anak juga dapat terhindar dari trauma pengasuhan, karena kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. 

Leave a Reply

Scroll to Top
%d bloggers like this: