WeCreativez WhatsApp Support
kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
Hai, apa yang bisa kami bantu?

Mengenal Lebih Dekat Shadow Teacher

Shadow teacher adalah guru yang membantu anak-anak berkebutuhan khusus supaya lebih mudah dalam menjalani kegiatan sekolah. Tugas dari shadow teacher lebih mengarah pada memaksimalkan kemampuan ABK untuk belajar dan bersosialisasi. Selain itu, shadow teacher juga diharapkan dapat membantu murid yang ABK supaya lebih mandiri dalam mengikuti alur dan proses pembelajaran di sekolah. Bersama Agil Toressia Nirwanasar, S.E., C.E., Penyedia Shadow Teacher pada kelas diskusi (09/09/2021), artikel ini akan merangkum beberapa hal penting yang perlu diketahui terkait shadow teacher.

Di Indonesia, pendidikan maupun sertifikasi untuk shadow teacher belum ada. Namun, shadow teacher yang diharapkan, yaitu mereka yang memenuhi kebutuhan dalam mendampingi murid ABK untuk belajar di sekolah. Di samping itu, profesi ini diutamakan untuk sarjana psikologi dan pendidikan. Sebab dari keutamaan tersebut, tidak lain karena sarjana psikologi sudah dikenalkan perihal ABK dan penanganannya. Sedangkan guru juga telah mendapatkan ilmu mengenai pengajaran atau pedagogi. 

Selain kedua sarjana tersebut, lulusan SMK yang dibekali keterampilan pedagogi atau membimbing ABK pun bisa menjadi shadow teacher. Meskipun tidak ada standar untuk menjadi shadow teacher, keterampilan minimal yang harus dimiliki adalah dapat memahami perilaku dan terapi perilaku anak. Hal ini didasarkan pada perilaku ABK yang benar-benar tidak bisa diprediksi. Dapat dikatakan juga bahwa, shadow teacher ini bukanlah sekadar profesi biasa, karena menghadapi anak-anak yang luar biasa ini membutuhkan kesabaran yang luar biasa pula.

Permasalahan yang cukup sering dihadapi oleh para shadow teacher adalah dengan orang tua ABK. Yaitu ketika ABK justru lebih dekat dengan shadow teacher daripada orang tuanya sendiri. Hal utama yang harus dimiliki shadow teacher tidak lain menumbuhkan bonding dengan anak. Namun, tetap dengan batasan-batasan tertentu, yaitu hanya sebatas untuk menjadi pendamping dan membantu anak belajar. Orang tua pun harus sadar akan peran shadow teacher, sehingga tidak bisa menuntut lebih dari tugas shadow teacher atau melarang sesuatu yang sudah menjadi tugasnya. 

Lain permasalahan dengan orang tua ABK, shadow teacher kerap memiliki permasalahan dengan guru kelas. Terkadang shadow teacher mengambil peran dari guru kelas. Hal tersebut tidaklah tepat. Contoh apabila ABK belum paham mengenai materi yang didapatkan. Maka shadow teacher hendaknya mengajarkan ABK bagaimana bertanya kepada guru kelasnya. Bukan menjawab pertanyaan dari materi yang ditanyakan. Pada kasus ini, guru tidak serta merta membiarkan shadow teacher bekerja sendiri untuk memahami ABK. Namun, guru juga hendaknya memahami ABK supaya lebih mudah dalam menangkap materi dan menjawab pertanyaan yang diajukan ABK.

Selanjutnya, hal yang tidak kalah penting adalah hubungan antara shadow teacher dengan terapis. Adakalanya ABK yang memiliki gangguan pada sensorik atau motorik. Maka, shadow teacher dapat menanyakan kepada terapis mengenai solusi untuk anak tersebut dan apa yang harus dilakukan shadow teacher. Pun hal-hal yang dapat dibantu melalui konsultasi dengan terapis, shadow teacher dapat melakukan kerja sama untuk bersama-sama membantu ABK. 

Pada intinya, shadow teacher tidaklah bertugas seorang diri. Perlu kerjasama dengan guru, orang tua, dan terapis. Perlu diingat juga, bahwa manajemen utama  anak adalah orang tua anak itu sendiri. Menjadi shadow teacher pun sebetulnya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki panggilan hati mendampingi ABK di sekolah. Shadow teacher yang baik, yaitu sebisa mungkin membuat anak lebih mandiri dan memberikan progres terbaik untuk level terbaik sang anak. (NAF).


Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: