WeCreativez WhatsApp Support
kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
Hai, apa yang bisa kami bantu?

5 Tips Menjadi Ayah Terbaik untuk ABK!

Bagi orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terkadang peran ayah tidak begitu terlihat dibandingkan dengan bunda. Ayah cenderung cuek terhadap anak, sehingga membuat bunda merasa kewalahan. Padahal ayah juga memegang peran penting dalam merawat ABK. 

Oleh karenanya, Eddi Kurinianto, jurnalis CNN Indonesia sekaligus ayah dari dua ABK hadir pada kelas diskusi YPKABK (27/08/2021) memberi tips kepada para ayah ABK supaya menjadi ayah yang baik. Tips ini juga bertujuan supaya anak paham jika ayahnya ada dan senantiasa menyayanginya. ABK pun sangat membutuhkan ayah yang baik demi perkembangan fisik maupun psikologisnya. Jadi, yuk simak 5 tips berikut:

  1. Bangun Kedekatan dengan Anak

Dalam membangun kedekatan ini sebenarnya cukup mudah. Dalam waktu luang, sang ayah dapat memanfaatkan dengan nongkrong dan bermain bersama anak. Mencoba ngobrol sesekali supaya paham dengan kegemarannya. Dalam obrolan nanti, ayah dapat melemparkan beberapa pertanyaan supaya tahu apa yang anak inginkan. Cara ini juga melatih verbal anak. Tidak luput juga agar ayah lebih dekat dengan anak, sehingga anak tidak sungkan-sungkan untuk berbicara kepada ayah. 

  1. Manfaatkan Waktu Lbundar Bersama Anak

Jika sebelumnya ayah dapat memanfaatkan kesehariannya saat luang, seperti akan berangkat kerja dan seusai pulang kerja. Ayah sebetulnya memiliki kesempatan lebih besar dengan memanfaatkan waktu lbundaran untuk bermain dan belajar bersama anak. Pak Eddi melihat teman-temannya jika lbundar kerja akan melakukan hobinya masing-masing bersama teman-temannya. Sedangkan Pak Eddi lebih memilih untuk memanfaatkan kesempatan lbundar untuk lebih lama bermain bersama anak. Bisa pula mengajaknya olahraga, jalan-jalan, dan sesimpel mengobrol bersama. 

  1. Perbanyak Ngobrol dengan Istri

Tentu tidak hanya ngobrol dengan anak saja yang diperlukan ayah. Ngobrol dengan istri juga tidak kalah pentingnya. Menanyakan perkembangan anak kepada istri, merencanakan masa depan anak, menanyakan kegemaran anak yang ayah belum ketahui, serta lain sebagainya. Hal tersebut dapat membuat ayah merasa lebih dekat dengan anak, meskipun jarang bertemu. 

Tidak kalah penting juga bagi para istri yang melihat suaminya bermain dengan ABK, jangan mudah memarahi suami. Ayah pada dasarnya senang dipuji dan tidak suka disalahkan. Maka apabila ayah bermain dengan anak kemudian terdapat kesalahan yang dilakukan, bunda dapat memberitahu ayah dengan cara yang baik. Sebaliknya, apabila ayah dapat mendampingi anak dengan baik, bunda dapat memujinya supaya ayah dapat lebih bersemangat alih-alih rasa letihnya berkurang. 

  1. Berteman dengan Guru dan Teman-Teman Anak. 

Tips ini akan membantu ayah supaya lebih memahami perkembangan anak. Terlebih apabila anak sulit diajak bercerita mengenai apa yang dialami di sekolah. Baik itu suka ataupun duka, ayah berhak tahu. Terlebih di usia remaja, anak cenderung mencoba menjauh dari kedua orang tuanya. Jika sudah berteman dengan guru dan teman-teman anak, ayah lebih mudah bertanya langsung kepada mereka untuk menambah informasi terkait anak. Namun, bukan berarti ayah tidak perlu lagi dekat kepada anak. Tetap jadilah orang yang paling nyaman untuk ditemui oleh anak. 

  1. Belajar dari Anak

Tips terakhir ini lebih mendorong kepada perasaan ayah dan akan menjadi kunci dalam melakukan tips-tips sebelumnya. Kunci utama ketika memiliki ABK adalah dapat menerimanya dengan sepenuh hati. Tidak ada rasa malu sedikit pun memiliki ABK. Pak Eddi berpikir bahwa, jika dirinya saja malu memiliki anaknya yang berkebutuhan khusus, apakah anaknya tidak malu memiliki ayah yang tidak mau merawatnya? ABK pun sebenarnya mengajarkan kepada para orang tua, bahwa ia merupakan titipan Tuhan yang harus dirawat sebaik mungkin. 

Pembelajaran dari anak pun dapat dilihat, ketika anak memiliki kesulitan. Contoh kesulitan bersosialisasi atau ingin melakukan sesuatu. Siapa lagi yang dapat menolong jika bukan orang tuanya? Jika anak mendapat diskriminasi, perlakuan buruk dari orang lain, dan pandangan buruk dari orang lain. Siapa yang dapat melindungi serta membela anak jika bukan orang tuanya? Terutama ayah yang harus berperan kuat dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Itulah 5 tips untuk menjadi ayah terbaik untuk ABK. Jika Anda seorang ayah dari ABK, Anda dapat melakukan tips ini dengan semaksimal mungkin. Jika Anda bunda dari ABK, berikanlah artikel ini kepada suami Anda dan bantulah untuk mempraktikkannya. Jika Anda tidak bagian dari keduanya, dukung para ABK dengan menyebarkan artikel ini. (NAF).

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: