WeCreativez WhatsApp Support
kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
Hai, apa yang bisa kami bantu?

Tips Menulis Kreatif Gol A Gong untuk ABK

“Tubuh boleh cacat, tapi semangat untuk maju tetap menyala!” Itulah yang dilontarkan oleh Gol A Gong, Duta Baca Indonesia setelah memaparkan materi pengantar di kelas diskusi yang diselenggarakan Yayasan Peduli Kasih ABK (02/08/2021). Penulis dengan satu tangan yang memiliki segudang prestasi di bidang badminton itu memberikan wejangan dan berbagai tips kepada orang tua ABK maupun para ABK untuk semangat membaca dan menulis. 

Gol A Gong atau bisa juga disapa Pak Gong, sebenarnya terlahir dengan fisik sempurna. Namun, pada saat kelas 5 SD tangannya harus diamputasi karena jatuh dari pohon. Dari situlah ayahnya yang kepala sekolah sekaligus guru olahraga, meminta Pak Gong mengisi keseharian dengan membaca dan olahraga. Pak Gong pun menemukan kenikmatan dari membaca. 

Dengan banyak membaca, ia bisa lebih pintar dibandingkan teman-temannya. Bahkan sampai teman-temannya lupa bahwa Pak Gong memiliki satu tangan. Pak Gong sendiri, dengan membaca ia lupa bahwa hanya memiliki satu tangan. Begitupula dengan siapapun yang gemar membaca, bacaan dapat membuat seseorang lupa bahwa dirinya memiliki kekurangan.

Teknik parenting dari orang tua Pak Gong inilah yang dapat menginspirasi para orang tua ABK. Orang tua harus memahami kondisi anak, sehingga dapat menyesuaikan kemampuan apa yang dapat dikembangkan dari sang anak. Bagaimana orang tua dapat memanfaatkan kemampuan anak dengan memahami kondisi yang dimiliki dapat dibaca selengkapnya di artikel Membuat Lingkungan Fisik dan Sosial Ramah ABK.

Pak Gong contohnya, beliau hanya kehilangan satu tangan. Maka beliau masih dapat berpikir dengan baik dan memanfaatkan sebelah tangannya yang masih ada. Sebagai Pak Gong, mengembangkan prestasi dengan aktif membaca dan bermain badminton adalah jalan yang tepat. Ditambah dari banyaknya bacaan menarik Pak Gong untuk menulis. Jadilah beliau kini telah menulis 125 buku. 

Adapun tiga tips dari Pak Gong untuk ABK dan orang tuanya, supaya semakin semangat menulis dan berkarya.

  1. Kerangka Sederhana untuk Menulis Perjuangan ABK

ABK ketika ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu adalah dengan berjuang jauh lebih keras dibandingkan orang umum. Perjuangan mereka yang berharga tersebut akan sangat berkesan jika dituliskan karena tidak banyak yang mengalami, tetapi tetap sesuai realita. Maka Pak Gong pun memberikan tips kepada orang tua ABK dengan contoh kerangka sederhana yang dapat menjadi rancangan tulisan kisah perjuangan ABK. 

(1) Bagaimana perasaan orang tua memiliki ABK. (2) Bagaimana cara orang tua merawat dan membesarkan ABK. (3) Bagaimana ABK dapat memiliki cita-cita. (4) Bagaimana ABK bisa memiliki dan menentukan suatu kegiatan menjadi kegemaran sekaligus bakatnya. (5) Bagaimana ABK dapat berprestasi dalam kegiatan yang digemari tersebut.

  1. Jangan Memaksakan ABK

Jika ABK dirasa kurang mampu dalam menulis yang baik, maka hal tersebut bukanlah masalah. Langkah utama dalam mengembangkan semangat menulis mereka adalah dengan membebaskan mereka menuliskan apa saja. Atau jika terdapat kesulitan dalam menulis dan merangkai kalimat, orang tua dapat memintanya bercerita secara perlahan. Langkah ini pernah dituliskan dalam artikel Tips dan Manfaat Katarsis dengan Menulis Diari untuk ABK

Ketika ABK sudah mampu bercerita adalah suatu hal yang membanggakan. Biarpun apa yang diceritakan hanya kesedihan saja, bukanlah masalah. Terpenting dari karya mereka adalah orisinalitas. Imajinasi mereka bisa saja berbeda dari orang umum, karena memiliki pengalaman dan perasaan yang berbeda pula. 

  1. Mengajak ABK Eksplorasi dengan Jalan-Jalan

Selanjutnya, langkah ini dapat dilakukan oleh orang tua ABK, sekolah dengan ABK, lembaga ABK, dan banyak lainnya yang ingin mendukung pemberdayaan ABK. Pak Gong menyarankan langkah ini supaya anak dapat bereksplorasi dan menemukan hal baru yang dapat ia tuangkan ke dalam sebuah karya. Contoh, dalam jalan-jalan di tempat menarik ABK dapat menemukan banyak hal kemudian diminta menulis pengalaman setelah berkunjung ke tempat tersebut. Langkah ini juga sekaligus dapat memberikan ide baru dan menarik ketika ABK ingin berkarya.

Itulah ketiga tips dari Pak Gong yang dapat dipraktikkan oleh ABK bersama orang tuanya. Pak Gong pun berpesan supaya ABK dapat memberi kesan baik kepada orang-orang umum. Kamu harus memberi kesan baik kepada orang yang bertubuh sempurna, bahwa orang cacat itu tidak baper.” Artinya, meskipun ABK dipandang sebelah mata oleh orang umum atau yang disebut bertubuh sempurna dalam kutipan Pak Gong tersebut, bukan berarti ABK harus peduli dan meratapi pandangan sebelah mata. 

Pesan Pak Gong selanjutnya, bahwa ketika orang umum memandang kasihan kepada ABK sebenarnya masih manusiawi. Namun, ketika orang umum menertawakan ABK, tidak perlu dipedulikan. Terpenting adalah ABK masih dapat berkarya dan menjadi setara. (NAF).

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: