WeCreativez WhatsApp Support
kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
Hai, apa yang bisa kami bantu?

Senang Mengangkat Isu Anak Berkebutuhan Khusus, Rosiana Silalahi Sangat Menghormati Orang Tua ABK

Rosiana Silalahi yang merupakan pemimpin dari Redaksi News channel Kompas TV, menjadi narasumber pada kelas diskusi #Akademiability Yayasan Peduli Kasih ABK, pada Sabtu, 26 Juni 2021 lalu. 

Siapa sangka ternyata Rosiana Silalahi yang akrab disapa Rosi ini sangat terinspirasi dari para ABK terutama yang memiliki prestasi-prestasi gemilang. Beliau juga benar-benar menghormati serta mengapresiasi perjuangan para orang tua ABK yang memiliki hati kuat, bekerja keras, dan terus mengarahkan talenta anak mereka. Kemandirian ABK pun tentu berasal dari perjuangan keras didikan dari orang tua mereka. Hal ini diketahui oleh Rosi karena pernah wawancara orang tua anak autis dan memahami pola asuh yang sungguh luar biasa dan benar-benar tidak mudah. Rosi sendiri berharap kepada seluruh orang tua ABK untuk tidak malu dengan anaknya, tetapi justru bangga dan bahagia memiliki anak spesial. 

“Kami dari redaksi Kompas selalu mendorong cerita mereka yang berkebutuhan khusus. Pasti (mereka) memiliki pencapaian yang luar biasa.” Tutur Rosi pada kelas diskusi tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa redaksi Kompas sendiri tidak akan pernah ragu membuat liputan seputar ABK. Redaksi akan sangat senang dan terbuka jika mendapat cerita tentang ABK. Dengan menampilkan liputan tersebut, selain membuat ABK semakin berdaya tetapi juga memberikan motivasi dan inspirasi kepada ABK lain atau bahkan orang-orang biasa lainnya.

Sayangnya, isu mengenai ABK ini tidak begitu disorot oleh media. Hal ini bukan dikarenakan urungnya media menyorot, hanya saja karena kurang tahunya media terhadap kabar-kabar terkait ABK. “Bukan kita gak mau. Tapi gak tahu.” Begitulah pernyataan dari Rosi ketika menjelaskan kurangnya media menyoroti isu ABK atau disabilitas. Kemudian beliau menjelaskan apabila kabar seputar ABK ingin masuk ke dalam media atau pemberitaan, maka diperlukan jejaring yang mampu menghubungkan ABK dengan media tersebut. Rosi berharap supaya media-media dapat dibantu mengetahui informasi seputar ABK mulai dari parenting hingga prestasi yang dimiliki ABK.

Berbicara mengenai prestasi, dr. Sawitri yang merupakan ketua YPKABK menyampaikan bahwa, keberhasilan setiap anak pun tidak bisa dipukul rata. Terlebih bagaimana dengan ABK yang terlahir di keluarga kurang mampu, sehingga orang tuanya sendiri pun belum mampu memberikan nutrisi secara optimal. “Jangan hanya terpaku pada anak yang berprestasi.” Kata dr. Sawitri pada kelas diskusi bersama Rosi saat itu. Rosi pun menimpali, bahwa keberhasilan sendiri tidak hanya dilihat dari acara, piagam, kekayaan, dan semacamnya. Namun, esensi keberhasilan bagi ABK sendiri dapat dilihat dari kemandiriannya. 

“Hormat saya setinggi-tingginya dan kagum saya setinggi-tingginya kepada orang tua anak-anak berkebutuhan khusus. Di tangan Anda bisa membuat anak mandiri, bermanfaat bagi orang lain, adalah sebuah cinta kehidupan yang luar biasa.” pungkas Rosi pada kelas diskusi tersebut. (NAF).

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: