WeCreativez WhatsApp Support
kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
Hai, apa yang bisa kami bantu?

Pencegahan Covid-19 untuk ABK

Sudah lebih dari satu tahun Covid-19 ada di sekitar kita. Berbagai protokol kesehatan telah digencarkan. Namun, protokol kesehatan dan edukasi terkait pencegahan Covid-19 dapat dikatakan belum menyeluruh. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tentu membutuhkan cara khusus dalam edukasi terkait pencegahan Covid-19. Sekalipun mereka berada di rumah saja tetaplah keharusan bagi mereka untuk mengerti Covid-19 sekaligus cara pencegahannya. Maraknya Covid-19 yang dapat menyerang siapa saja menjadikan tidak ada alasan untuk tidak melakukan pencegahan. Orang tua dan keluarga sebagai pemegang peran sentral hendaknya mampu membantu ABK dalam pencegahan ini. Pada kelas diskusi #Akademiability yang diselenggarakan Yayasan Peduli Kasih bersama Prof. Nidom, berikut rangkuman cara mencegah Covid-19 bagi ABK dan dibantu penerapannya bersama orang tua. 

  1. Kenalkan arti dari Covid-19 kepada ABK. Pengenalan dapat dilakukan secara mudah saja, seperti bahwa Covid-19 adalah virus yang dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Penyerangan Covid-19 pun cukup mudah, yaitu melalui penularan oleh manusia lain seperti ketika ia batuk, bersin, dan berjabat tangan. Kemudian menyentuh benda-benda di sekitar juga menjadi penyebab manusia terserang Covid-19. Oleh karenanya, Covid-19 yang tidak terlihat secara kasat mata harus disikapi secara waspada.
  2. Memberitahu area-area tubuh yang rawan menjadi jalur masuk Covid-19. Area-area tersebut adalah mata, hidung, dan mulut. Jadi, beritahukan kepada anak supaya tidak sering menyentuh area sekitar mata, hidung, dan mulut. 
  3. Memberitahu gejala-gejala apa saja jika terserang Covid-19. Covid-19 sendiri ketika menyerang manusia dapat menyebabkan flu berat maupun ringan. Selain itu, gejala umumnya adalah demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan dalam bernapas. Edukasi dalam memberitahu gejala-gejala ini penting supaya anak dapat waspada pada dirinya dan orang lain. 
  4. Dampingi dan berikan contoh pada ABK untuk mengenal tata cara penerapan protokol kesehatan Covid-19. Seperti yang kita ketahui, protokol kesehatan Covid-19 yang paling digencarkan adalah 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak). Dalam hal ini, dukung sepenuhnya dan ajarkan secara perlahan kepada anak supaya ia benar-benar dapat menerapkannya dengan baik. 
  5. Berikan asupan nutrisi yang tepat. Salah satu yang amat penting adalah empon-empon, yang kini dikenal sebagai penangkal Covid-19. Empon-empon di sini dapat berupa kunyit, jahe, dan sereh. Empon-empon sendiri dapat menangkal efek negatif di dalam tubuh, memberikan rasa hangat, dan menjaga imun tubuh tetap kuat. 
  6. Apabila ABK sulit atau tidak dapat memakai masker, Prof. Nidom memberikan alternatifnya. Caranya adalah dengan sesering mungkin mencuci wajah bagian hidung sampai mulut dengan air garam hangat. Selanjutnya memasukkan sedikit dan sekilas air garam hangat tersebut ke dalam lubang hidung ABK. Cara ini serupa ketika melakukan istinja’. 
  7. Jauhkan anak dari orang yang sakit. Hal ini karena ABK yang cenderung aktif dapat rawan tertular jika berdekatan dengan orang yang sakit. Jangan sampai ada kluster keluarga.  Apabila terdapat anggota keluarga yang sakit atau positif Covid-19, maka tempatkan ia di ruangan khusus. Selanjutnya jangan sampai ada anggota keluarga lain yang stres, karena stres dapat menurunkan imun. Penurunan imun, dapat memudahkan Covid-19 menyerang tubuh tersebut.

Itulah tujuh cara yang dapat diterapkan orang tua kepada ABK untuk mencegah protokol kesehatan Covid-19. Prof. Nidom mengungkapkan penangkal Covid-19 yang paling utama ada 5, yaitu pertama masker, kedua masker, ketiga masker, keempat masker, dan yang kelima empon-empon. Artinya, penggunaan masker sangat dianjurkan pada pandemi ini. Betapa mencegah sangat penting karena dapat menangkal virus masuk ke dalam tubuh dan jika pun telah masuk, tubuh berpeluang besar dapat menanggulanginya. Janganlah lengah dalam menghadapi Covid-19 yang kini masih di sekitar kita. (NAF).

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: