Bedah Rahasia Kak Ria Menyuarakan Suzan

Kak Ria Enes adalah seniman yang telah menghibur anak-anak pada generasi 90-an dengan menggandeng boneka Suzannya. Bahkan generasi milenial maupun generasi Z juga mengenali sosok Kak Ria dan Suzan. Kelihaian Kak Ria dalam mengisi acara bersama Suzan selalu memukau. Pasalnya, Kak Ria seolah berbicara dengan Suzan padahal Kak Ria tidak menggerakkan bibir saat bersuara sebagai Suzan. 

Ventrilokuisme dan Berlatih Seni Public Speaking

Mengisi suara tanpa menggerakkan bibir disebut dengan ventrilokuisme. Ventrilokuisme sendiri merupakan seni suara perut atau seni sulap suara. Dengan kemampuan ventrilokuisme, seseorang dapat memiliki beragam karakter suara. Mulai dari suara anak kecil, suara lelaki dewasa, suara nenek, suara binatang, hingga suara bunyi-bunyian benda seperti derit pintu. Kemampuan ventrilokuisme ini tentu tidak dipelajari secara instan. Kak Ria sendiri belajar selama puluhan tahun melalui teman-teman dan guru-guru yang sebelumya telah mahir dalam ventrilokuisme. Kunci dari belajar vetrilokuisme ini adalah memperjelas artikulasi suara sehingga suara akan tetap terdengar jelas meskipun bibir tidak bergerak.

Bagi ABK, ventrilokuisme bisa menjadi terapi dan sarana pembelajaran. Sebab kunci dari ventrilokuisme ini berada pada ilmu suara perut. Saat berlatif ventrilokuisme, tentu yang utama adalah melatih pernapasan perut. Sementara melatih pernapasan perut dapat memberikan pernapasan yang sehat. Jika menggunakan pernapasan perut, maka fungsi paru-paru akan semakin optimal. Oksigen semakin banyak masuk ke paru-paru dan napas dapat semakin panjang. Secara fisik, pernapasan perut dapat dilihat ketika seseorang bernapas, maka perutnya akan mengembung. Latihan mudahnya dapat dengan tidur terlentang, telapak tangan memegang area perut, lalu mulai bernapas dengan mengembang-kempiskan perut. Nyatanya, tanpa kita sadari bahwa setiap kita tidur selalu menggunakan pernapasan perut.

Cukup banyak manfaat dari pernapasan perut. Termasuk suara menjadi semakin stabil. Kemampuan tersebut sangat berguna ketika seseorang hendak melakukan public speaking. Sebab sebelum seseorang dinyatakan berpotensi dalam public speaking  ialah memiliki olah vokal yang baik. Olah vokal sendiri merupakan bagian dari public speaking dan menjadi dasar dari seseorang berlatih public speaking. Berbekal olah vokal yang baik, kemampuan public speaking akan semakin lancar jika sudah jelas bahan yang akan diucapkan. Kemudian barulah mengatur tinggi rendahnya suara untuk diterapkan. 

Perjalanan Kak Ria dan Suzan

Awal mula Kak Ria memiliki Suzan adalah adanya suara palsu Kak Ria ketika menyiarkan radio. Jadi, karakter suara Suzan sudah ada sejak Kak Ria SMA saat sebagai penyiar radio. Bahkan sebelum di radio, yaitu saat Kak Ria berada di teater SMA. Barulah ketika diundang untuk tampil secara fisik, Kak Ria mencari boneka yang sekiranya pantas dengan karakter suara Suzan. Maka ditemukanlah boneka yang imut berponi tersebut di salah satu mall Surabaya. Boneka tersebut adalah Suzan yang sampai sekarang menemani Kak Ria.  

Mengenai bakat seni suara dan public speaking milik Kak Ria, sebenarnya sudah disadari Kak Ria sejak kecil. Mulanya Kak Ria mengikuti ngaji di majelis ta’lim dan diminta menjadi MC pada suatu acara. Saat mencoba menjadi MC dengan teks yang ada, acara berlangsung dengan lancar. Kemudian Kak Ria seringkali mengikuti lomba membaca puisi mulai dari SD sampai SMA dan beberapa kali menang. Dilanjutlah bakat tersebut untuk bermain teater, mengisi radio, hingga mendaftar di TVRI untuk mengisi acara. 

“Jadi, jangan malu-malu untuk mengeluarkan bakat. Sebab dengan keluarnya bakat itu, akan banyak yang mendukung, mengkritik dan memberi masukan, serta orang yang membantu mengembangkan bakat tersebut.” Begitulah pesan Kak Ria setelah menceritakan kisahnya pada kelas diskusi #Akademiability yang diselenggarakan Yayasan Peduli Kasih ABK (10/03/2021). Tayangan ulang dari kelas diskusi tersebut dapat disaksikan di kanal YouTube Harian Surya dan Tribun Jatim Official. Kak Ria juga menyampaikan melatih public speaking dapat terlebih dahulu dilakukan di depan cermin. Kemudian bisa meminta orang tua atau saudara untuk mendengarkan dan melihat dengan tujuan mengoreksi public speaking kita. 

Kak Ria di kelas diskusi itu juga mengenalkan single terbarunya yaitu, Suzan Nyanyi Lagi. Lagu tersebut sangat menarik dan akan membawa kita bernostalgia dengan Suzan. Sangat dianjurkan juga untuk dipertontonkan kepada adek-adek kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita, supaya menambah koleksi dan pengetahuan mengenai lagu anak. 

Di akhir diskusi bersama ABK, para orang tua ABK, anak-anak yatim, dan partisipan lainnya, Kak Ria menyampaian bahwa siapapun dari kita sebenarnya berkebutuhan khusus. Misalnya orang yang baperan dan pemarah saja juga pasti memiliki kebutuhan khusus untuk diperhatikan dan dimengerti. “Kalau kebutuhan umum namanya duit,” gurau Kak Ria. Jadi, secara mental kita harus mau menerima apa yang diberikan Tuhan. Apa saja yang dibebankan Tuhan kepada kita, memberikan makna bahwa sebenarnya seseorang tersebut memang mampu memikul beban tersebut. sesungguhnya, posisi ketika berada di kesulitan artinya berada pada proses penempaan. Proses itulah yang akan memberikan hasil yang luar biasa. 

*NAF

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: