Tahapan dan Rencana untuk Tumbuh Kembang ABK

Bagi orang tua yang memiliki ABK, tentu perlu mengetahui tahapan-tahapan terapi demi kemajuan tumbuh kembang buah hatinya. Tahapan-tahapan beserta tips untuk membuat kondisi ABK terus lebih baik dari sebelumnya telah disampaikan Tri Gunadi selaku Direktur Yamet Child Development Center dan Dosen Vokasi UI pada zoominar yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Kasih ABK dan dapat disaksikan tayangan ulangnya di kanal YouTube Harian Surya dan Tribun Jatim Official (22/02/2021).

Tahapan yang dapat dilakukan orang tua kepada ABK adalah sebagai berikut:

(1)   Memeriksakan anak ke ahli yang tepat supaya mendapatkan hasil yang optimal. Orang tua dapat memeriksakan anak ke rumah sakit atau klinik Tumbuh Kembang.

(2) Mencari informasi mengenai terapi anak. Terapi dapat berupa wicara, kognitif, dan motorik. Informasi bisa didapatkan dari dokter, ahli, maupun internet. Namun, meskipun dari internet sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan ahli.

(3) Mengikuti komunitas pendukung ABK. Seperti YPK ABK yang merupakan lembaga non profit yang bergerak di bidang pemberdayaan bagi keluaga ABK secara gratis. Mengikuti komunitas semacam itu sangat berguna bagi orang tua yang mencari dukungan dan bantuan dalam penanganan ABK. Anak akan didukung dalam tumbuh kembangnya, sedangkan orang tua tidak akan merasa sendiri dan menemukan inspirasi-inspirasi dari komunitas tersebut.

Pak Tri Gunadi juga menyarankan orang tua untuk menyusun rencana-rencana demi tumbuh kembang ABK. berikut susunan rencana yang beliau sampaikan:

Edukasi keluarga

Edukasi keluarga bertujuan untuk memahamkan seluruh anggota keluarga mengenai kondisi ABK. Diharap keluarga dapat memberikan perilaku yang baik demi kebaikan anak dan keluarga itu sendiri. Dari perlakuan baik tersebut, anak akan mendapatkan pola asuh yang konsisten dan lebih baik.

Perbaikan pola asuh

Pola asuh yang dibutuhkan anak adalah yang bertujuan bahagia. Orang tua tetap memberikan batasan-batasan pada anak dalam berkegiatan, tetapi tetap memberikan kebebasan bagi anak.

Membuat jadwal rutinitas anak

Jadwal rutinitas anak ini bertujuan supaya anak memiliki kegiatan rutinitas yang terstruktur. Batasan-batasan yang diberikan kepada anak juga harus jelas. Jika anak berumur kurang dari 2 tahun, maka pengasuhnya yang akan mendapatkan jadwal. Sebab pola kegiatan anak pada umur tersebut menggunakan bantuan dari pengasuh. Sedangkan jika anak sudah di atas 2 tahun, maka anak yang mendapatkan jadwal. Jadwal dapat berupa gambar yang menarik dan jelas supaya mudah dimengerti. Sehingga anak akan dengan mudah menuruti jadwal rutinitas yang diberikan ke orang tua. Ketika anak sudah beranjak pada umur 7 tahun atau sudah mampu membaca, jadwal dapat diganti dengan tabel yang berisi tulisan, namun tetap singkat dan padat. Lebih baik juga jika anak bisa diajak membuat jadwal.

Membuat peraturan

Berbekal peraturan yang diberikan kepada anak, jika anak mampu menaati maka anak akan menjadi pribadi yang beretika di masa depan. Bekal peraturan ini dapat menunjukkan sekaligus mengajarkan perilaku baik dan buruk kepada anak. Dengan peraturan orang tua dapat memberikan hadiah dan hukuman. Hadiah dapat berupa pujian maupun hadiah secara fisik. Sedangkan hukuman bukanlah seperti pada umumnya. Melainkan lebih kepada peringatan untuk anak jika berperilaku buruk. Peringatan tentu juga harus dilakukan secara tepat. Seperti dengan nada lembut dan kata-kata positif. Contoh, “Bunda tahu adek/kakak bisa jadi anak yang baik. Lain kali bersikap lebih sopan ya…” Kemudian orang tua menunjukkan perilaku yang baik supaya anak dapat mencontohnya.

Membuat checklist anak

Tahap ini bertujuan mengetahui kemampuan anak. Kemudian orang tua dapat merencanakan tahapan selanjutnya mengenai perihal yang ingin dilakukan anak untuk memenuhi kolom checklist. Kemandirian anak juga dapat teruji karena kolom checklist ini dapat diisi dengan kegiatan apa saja yang dapat anak lakukan sendiri; memakai baju, gosok gigi, mandi, hingga makan. Jika anak memiliki keterlambatan bicara, orang tua dapat melatih kosakata sedikit demi sedikit dan checklist kata yang telah mampu diucapkan dengan baik.

 Membuat tabel konsekuensi “jika-maka”

Tabel konsekuensi adalah tabel yang terdiri dari kolom jika dan maka. Tujuan dari tabel ini untuk memberi ketentuan-ketentuan jika anak melakukan suatu hal, maka konsekuensi yang diberikan telah ditentukan. Tabel konsekuensi ini dapat dibuat dengan kesepakatan anak. Semakin baik jika bekerja sama dengan ahli.

 Melakukan teknik terapi yang diperlukan

Orang tua harus sudah mengerti capaian tumbuh kembang dan kemampuan anak. Sehingga dapat menstrategikan teknik terapi yang diperlukan. Seperti wicara, kognitif, dan akademis.

 Membuat visual support

Visual support  merupakan metode penyampaian informasi menggunakan gambar atau benda yang disajikan secara menarik. Membuatkan anak visual support seperti tahapan-tahapan dalam melakukan sesuatu sangat berguna bagi anak supaya dapat lebih mandiri tanpa terus-menerus bergantung pada orang tua. Visual support yang menarik juga akan lebih memudahkan anak dalam pemahaman dan menjadi senang hati melakukan seperti pada visual support yang telah disediakan. Visual support dapat diberikan pada kegiatan, seperti proses makan, mandi, sikat gigi, dan semacamnya.

Berdasarkan tahapan dan rencana yang disampaikan Pak Tri Gunadi, orang tua diharap melaksanakannya dengan tepat. Terpenting dari pelaksanaan tujuh rencana adalah berkonsultasi dengan ahli. Kenali anak secara tepat dan kembangkan anak sesuai kemampuannya.

*NAF

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: