Orang Tua sebagai Life Coach ABK: Menggali, Mengasah dan Mempromosikan Bakat Seni Pertunjukan

Yayasan Peduli Kasih ABK kembali menggelar webinar #Akademidisability ke lima pada Hari Minggu, 19 Juli 2020. Webinar ini bertema Orang Tua sebagai Life Coach ABK: Menggali, Mengasah dan Mempromosikan Bakat Seni (Pertunjukan). Acara yang disiarkan melalui aplikasi Zoom disaksikan oleh banyak partisipan yang terdiri dari para orang tua, ibu rumah tangga dan amsyarakat umum. 

Webinar ini menghadirkan pembicara, yaitu: Dr. Sawitri Retno, MQHC (Ketua Yayasan Peduli Kasih ABK), Jaya Suprana (Seniman, Budayawan, Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia, dan Jaya Suprana School of Performing Arts), dan Julie Herawatie, S. Pd (Orang tua ABK yang multi talent). 

Acara yang membahas pentingnya orang tua dalam memahami perannya sebagai coach untuk anaknya, terutama untuk meningkatkan potensi dan bakat seni. Sawitri mengatakan acara ini sangat penting karena masih banyak dari orang tua yang minim pengetahuan terhadap keterampilan seni yang dimiliki oleh anak. 

Julie Herawatie, S. Pd (Orang tua ABK yang multi talent) mengawali webinar ini dengan menceritakan cara mengenali bakat anaknya yang bernama Alana, siswi kelas 8 SMPN 40 Surabaya. Ia mengungkapkan cara mengenalkan dan mengetahui anaknya dengan menunjukkan berbagai macam hal serta mengajak pergi ke berbagai tempat untuk membuka wawasan dan pengalamannya. “Sejak Alana masih kecil, saya mengenalkan berbagai keterampilan seni dan olahraga, seperti Ballet, Model Fashion Show, Tari Tradisional, Modern Dance, Drama & Teater, Menggambar, Melukis, Renang, Basket, dan Hafal Surat. Beberapa kegiatan yang diikuti Alana ini, alhamdulillah mendapatkan juara di acara kompetisi,” ujar Julie. Ia juga membagikan tips mengenali dan mengoptimalkan bakat dan potensi anak, yakni: 

  1. Mendapat dukungan dari keluarga atau orang terdekat dan berdoa kepada Allah SWT untuk selalu dimudahkan dan dilancarkan
  2. Menjadi orang tua atau orang terdekat yang kreatif dengan semangat tinggi pada anaknya
  3. Mengenali dan menggali bakat dan potensi anak secara utuh
  4. Mengasah dan mengembangkan bakat dan potensi anak
  5. Memupuk dan membangun kepercayaan diri pada anak
  6. Berkomitmen melakukan yang terbaik bersama anak
  7. Menjadi coach atau manager untuk tumbuh kembang anak
  8. Yakin bahwa semua masalah pasti ada solusi

Pemateri berikut adalah Dr. Sawitri Retno, MQHC (Ketua Yayasan Peduli Kasih ABK) yang menjelaskan peran orang tua ABK sebagai Self Life Coach. Sawitri mendefinisikan life coach adalah seseorang yang membantu klien dalam membuat keputusannya sendiri atas masalah terkait karir atau tantangan kehidupan. Maka, orang tua sebagai self life coach harus membekali kemampuannya dengan cara: memiliki sifat bijaksana dan empati, berwawasan luas dan mudah beradaptasi, membekali diri dengan kompetensi dan pengalaman, jeli melihat dan memanfaatkan peluang, dan berjejaring dengan orang lain. 

“Saya mengutip penelitian dari Devine (2013) bahwa pekerjaan orang tua adalah pekerjaan paling berat di dunia ini. Tidak ada orang tua yang sempurna. Namun tidak ada prestasi yang paling membanggakan selain orang tua yang melihat anaknya sukses. Untuk melatih ini, orang tua perlu refleksi atau bertanya pada dirinya sendiri, seperti apa yang diinginkan, bagaimana keinginan tersebut dapat diraih dan sebagainya,” kata Sawitri. Ia juga mencontohkan orang tua atau ABK yang bisa menjadi inspirasi bagi peserta, seperti Rosanne Stuart, seorang ibu dengan anak down syndrome bernama Madeline Stuart. Berkat kegigihan Rosanne dalam membesarkan putrinya, Madeline Stuart kini menjadi model profesional penyandang down syndrom pertama yang bisa tampil di berbagai Fashion Week Dunia. Selain itu, Dhani Aditya, seorang difable, yang saat ini sebagai stand up comedian. Percaya diri dan berani untuk menertawakan diri sendiri adalah kunci keberhasilan Dani hingga sekarang ini. 

Sawitri juga membagikan delapan langkah membersamai anak dari pengalamannya berinteraksi dengan orang tua ABK. Delapan poin ini sebagai berikut: 

  1. Memiliki persepsi positif orang tua terhadap anak
  2. Memahami potensi dan membangun kepercayaan diri pada anak
  3. Mendukung dan memfasilitasi bakat / kebiasaan anak serta menghargai apapun pencapaiannya
  4. Mengajarkan dan melatih kemandirian anak
  5. Terus membekali dengan keterampilan dan wawasan agar tidak merasa cepat puas dan tetap rendah hati
  6. Membangun sistem yang mendukung dengan tetangga, keluarga, dan masyarakat termasuk juga dengan media online
  7. Melibatkan anak di berbagai kegiatan di rumah, komunitas dan masyarakat
  8. Berkolaborasi dan berjejaring dengan berbagai pihak

Jaya Suprana (Seniman, Budayawan, Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia, dan Jaya Suprana School of Performing Arts) sebagai pemateri terakhir menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam membesarkan dan mendidik anaknya. Dia meyakini bahwa ABK ini adalah anak istimewa dengan kemampuan spesial yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Jaya juga mencontohkan anak binaannya di Jaya Suprana School of Performing Arts yang bernama Michael Anthony, pianis tuna netra yang bisa memainkan komposisi piano tingkat tinggi. Bakat Michael yang saat ini usianya baru belasan tahun tak terlepas dari peran dan dukungan orang tuanya.

Materi webinar ini dapat di lihat di link berikut

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: