Membekali Keterampilan Seni Visual, Yayasan Peduli Kasih ABK Gelar Kelas Fotografi Pertama untuk Umum

Yayasan Peduli Kasih ABK menggelar kelas fotografi #akademidisability edisi pertama bertajuk Still Life Photography: Teknik Memfoto Benda Tak Bergerak Menjadi Terkesan Hidup, melalui telekonferensi aplikasi Zoom, pada Hari Minggu, 9 Agustus 2020. 

Webinar kelas fotografi ini dibawakan oleh Dody S. Mawardi (Fotografer Profesional dan Asesor BNSP). Dody ini juga merupakan pengajar kelas fotografi di Yayasan Peduli Kasih ABK di mana dia mengajak orang tua dan anak nya untuk memotret dan menyetorkan fotonya untuk dinilai. 

Di webinar kelas fotografi, Dody menyampaikan bahwa memotret still life secara prinsip hampir sama dengan memotret produk atau makanan, hanya saja terdapat perbedaan di pengelolaan subyek dan peruntukannya. “Secara faktor teknis, konsep Still Life Photo bisa sangat beragam sesuai dengan kedalaman kreativitas creator, tidak selalu rapi, warna bisa disesuaikan dengan kemauan creator. Sedangkan dari segi faktor tujuan, Still life kadang digunakan untuk keperluan komersial dan kadang murni untuk masalah penciptaan karya saja,” ujar Dody. 

Memotret Still Life Photography ini membutuhkan kedalaman konsep dan bergantung pada tipe subjek. Dody mengungkapkan pentingnya Still Life Photography karena sebagai patokan untuk visualisasi ide abstrak dan penyampaian pesan atau cerita yang berkaitan dengan hal tertentu. Seluruh elemen visual ini terdiri dari subjek, warna, cahaya, bayangan dan sebagainya. 

Untuk memotret Still Life Photography, Dody menjelaskan bahwa fotografer perlu memperhatikan tiga aspek, yakni: 

  1. Membangun konsep
    Konsep bisa terbentuk dari pengalaman, suasana kejiwaan, membaca satu literatur atau isu aktual yang terjadi di masyarakat
  2. Memahami simbol
    Menguasai makna dari satu hal, seperti simbol warna (hitam identik dengan muram, merah identik dengan gairah dan berani, dan sebagainya) maupun simbol lainnya (seperti buku identik dengan intelektualitas, air identik dengan kehidupan, dan sebagainya)
  3. Membuat caption
    Dalam memberi caption perlu diarahkan dengan persepsi penikmat agar sama dengan persepsi dari pembuat. Fotografer perlu membuat caption tidak bertele-tele, singkat, dan memanfaatkan kosakata yang elegan

Dody juga menjelaskan teknis pemotretan Still Life Photography. “Pertama-tama, Anda perlu menata layout pemotretan dengan backdrop, subyek, kamera, reflektor, selotip, dan jendela. Kemudian Anda bisa menata angle foto dalam bentuk vertikal atau horizontal. Bila perlu, gunakan tripod yang menyelaraskan tinggi obyek produk dan perhatikan arah cahaya”, tutup Dody. Di akhir presentasinya, ia memberikan contoh foto-foto yang menggunakan konsep Still Life Photography dengan berbagai tipe, mulai dari produk makanan, buku, bunga, mainan, dan lain-lain

Materi webinar dapat dilihat di link berikut

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: