Manfaat Belajar Musik pada ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)

Mungkin Bunda telah melakukan berbagai cara untuk menangani anak kita.

Mulai dari memberikan gizi yang cukup, mengajak bicara, menenangkannya saat sedang marah, mengawasi segala kegiatannya, membelikannya berbagai mainan, dan lain sebagainya.

Walaupun ikhlas, lelah juga jika setelah bertahun-tahun anak tidak menunjukkan perkembangan yang tidak signifikan. Betul kan?

Maka dari itu, berbagai peneliti dari seluruh dunia mencari cara untuk membantu seorang ibu menangani ABK. Menurut penelitian oleh ‘Rumah Sakit Chang Gung’ di Taipei, bermain musik dapat digunakan untuk terapi anak berkebutuhan khusus.

Musik dapat meningkatkan fungsi berbagai kerja otak, termasuk fungsi fisik, mental, emosi, seni, bahkan dapat berpengaruh pada kesehatan anak. Terapi musik pun mulai dikembangkan sehingga bisa diterapkan oleh setiap orang tua.

Kali ini Bunda akan mencari tahu apa aja sih manfaat dari terapi musik ini. Langsung saja, yuk!

Bermain Musik dapat Meningkatkan Interaksi Sosial

Ternyata, saat Bunda bermain musik dengan anak, mereka juga belajar untuk berkomunikasi dengan kita.

Bunyi-bunyian dihasilkan oleh alat musik merupakan cara yang efektif untuk menarik perhatian anak. Bunda mungkin sering merasakan bahwa anaknya kurang peduli terhadap lingkungannya. Dengan memainkan alat musik adalah cara mereka untuk berkomunikasi.

Bermain musik secara tidak langsung juga dapat mengungkapkan ekspresi yang mereka rasakan. Lebih baik mengatur anak yang bermain musik keras daripada marah secara blak-blakan, bukan?

Ada berbagai aktivitas yang kita bisa lakukan saat bermain musik, yaitu berbagi dan bergiliran memakai alat musik, meminjamkan alat musik bersama teman, bermain sebuah alat musik bersama-sama, mendengarkan musik, serta bernyanyi bersama.

Memperdengarkan lagu seperti dangdut dan lagu daerah juga membuat anak terbiasa mendengar bahasa  orang-orang di sekitarnya. Tentu tidak sulit kan mencari lagu-lagu menarik di TV, radio, maupun hape kita. Selama melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, anak menjadi lebih fokus untuk mendengarkan orang lain.

Meningkatkan Keterampilan dan Kreativitas

Menggunakan berbagai alat di sekitarnya, seperti sendok, piring, kerdus, ataupun benda lainnya untuk menciptakan bunyi-bunyian dapat meningkatkan kreativitas anak. Anak jadi terbiasa untuk menggunakan barang-barang di sekitarnya untuk membuat alat musik.

Mengurangi Kecemasan

Menurut penlitian Susan White, ABK pada usia berapapun cenderung lebih mudah merasa gelisah.

Terapi musik dapat membantu anak untuk lebih santai dan nyaman ketika diperdengarkan oleh musik, terutama oleh musik yang disukainya. Seperti yang telah disebutkan di atas, bermain musik juga dapat membantu anak untuk menyalurkan perasaannya menjadi sesuatu yang lebih berguna. Jika diajarkan dengan baik, emosi yang dapat meledak-ledak tersebut dapat berubah menjadi musik yang bisa dinikmati oleh orang banyak.

Belajar Menggerakkan Tangan, Kaki, dan Badannya.

Beberapa anak berkebutuhan khusus memiliki jari-jari yang terlalu rekat dan sulit dilebarkan. Mereka tidak terbiasa untuk membuka tangannya seperti kita.

Dengan bermain alat musik dan menari, anak menjadi terlatih untuk membuka jarinya. Anak pun menjadi terbiasa untuk menggunakan kedua tangannya secara bersamaan  sehingga memaksimalkan kerja otak kiri dan otak kanan anak. Bahkan balita berkebutuhan khusus dapat menjadi lebih aktif jika diberikan berbagai aktivitas seperti, memainkan alat musik, bergerak mengikuti irama drum, ataupun menari. Mereka dapat belajar untuk menjaga keseimbangan dan kemampuan motoriknya.

Meningkatkan percaya diri

Kini Bunda telah mengajarkan anak untuk bermain alat musik. Bunda juga telah rutin memutar musik sehingga anak mengikuti iramanya. Selain itu, anak juga mengikuti berbagai kegiatan di yayasan untuk mengembangkan kemampuan bermusiknya.

Saat anak tampil di atas panggung, anak akan bangga ketika mereka mampu membawakan satu-dua  lagu yang telah mereka pelajari. Walaupun belum sempurna, tentu Bunda juga ikut bangga dengan perkembangan yang ditunjukkan oleh anak.

Adi, seorang pelatih musik anak spesial asal Bandung pernah berkata, ”Saya digigit, dibanting, diludahin (saat mengajar) dan itu bagian dari proses. Namun saya tetap sayang pada anak asuh-asuh saya.”

Proses ini tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Kerja keras yang anak kita telah lalui harus kita hargai semaksimal mungkin. Bagaimana caranya? Tentu dengan terus mendampingi dan menyemangati setiap kegiatan belajar anak.

Begitulah berbagai manfaat terapi musik kepada kecerdasan anak berkebutuhan khusus. Apakah sekarang Bunda semakin tertarik untuk menemani anak kita untuk bermain musik? (ahn)

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: