Pentingnya kecerdasan keuangan (financial literacy) sepertinya belum disadari oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada. Masih banyak yang menganggap remeh ilmu keuangan ini. Di bangku sekolah pun jarang sekali ada yang membahasnya. Padahal sama halnya dengan ilmu-ilmu lain, ilmu keuangan pun dapat dikatakan sebagai ilmu dasar yang harus dimiliki untuk dapat bertahan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masing-masing individu. Berangkat dari masalah tersebut, bincang santai yang diadakan pada Jum’at, 15 November 2019 lalu pun membahas seputar keuangan pribadi dan keluarga. 

Keuangan pribadi dapat diartikan sebagai seluruh keputusan finansial yang telah kita buat, termasuk pertimbangan risiko dan segala kebutuhan pada masa yang akan datang. Terdapat 4 hal penting seputar keuangan yang harus diperhatikan, yakni mengatur arus kas, membuat perencanaan keuangan pribadi, mengatur investasi, serta mengecek kesehatan keuangan pribadi. Baik keuangan pribadi maupun keluarga, tentunya ada pemasukan dan pengeluaran yang harus diamati. Nah, kita dapat mengelola pemasukan dan pengeluaran atau arus kas tersebut dengan mengenali sumber keuangan dan pola konsumsi. Selagi mengelola arus kas, kita juga harus menentukan perencanaan keuangan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan atau prioritas masing-masing. Jangan lupa untuk berinvestasi, karena investasi dapat menjadi salah satu alat yang berfungsi untuk memenuhi tujuan yang sudah kita buat. Terakhir, cek kesehatan keuangan pribadi dengan besaran-besaran yang ada. 

Bertempat di Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), bincang santai kali ini diisi oleh Johanna Manuela dan Vanessa Amabel, mahasiswa Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala (UWKM), selaku narasumber. “Sebaiknya uang yang masuk dan keluar memang dicatat sih, Bu, supaya tahu.” ucap mereka pada akhir materi. 

 

“Iya sih Mbak, tapi kadang saya kelupaan juga nyatetnya.” para orangtua dari adik-adik ABK yang hadir terlihat semangat saat berdiskusi. Beberapa diantaranya mengutarakan masalah yang sering dihadapi terkait pengaturan finansial. Selagi para orangtua asyik berdiskusi, adik-adik ABK yang hadir membuat prakarya bersama dengan kakak-kakak mahasiswa UWKM lainnya. 

Menarik sekali, bukan? Kamu juga boleh datang ke Yayasan Peduli Kasih ABK yang beralamat di Jalan Manyar Sabrangan No. 1A, Surabaya setiap hari Jum’at untuk bergabung dan ikut bincang santai bersama kami, lho!

(ntr/ira)

%d blogger menyukai ini: