Setiap orang tua harus mempunyai pemikiran seperti ini ‘Saya harus pinter kalo saya ingin anak saya pinter!’ mulai dari situ kita tahu betapa pentingnya belajar bagi orang tua” Bu Lili Musyafaah

Bu Lili Musyafaah, seorang ibu dari penyandang Down Syndrome, sebagai narasumber kegiatan Bincang Santai (19/10) membahas materi mengenai pentingnya belajar bagi orang tua, terutama orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Beliau menggambarkan bahwa keluarga dengan ABK adalah keluarga yang sangat spesial di masyarakat maupun di mata Tuhan yang Maha Esa. Bagaimana tidak? Jika dilihat dalam lingkungan pemukiman, hanya ada beberapa orang tua saja yang dianugerahi ABK. Bu Lili juga mengatakan bahwa ABK adalah ciptaan Tuhan dengan edisi terbatas karena ABK mempunyai kemampuan yang sama dengan anak pada umumnya, hanya saja perlu bantuan dari orang orang terdekat untuk mengoptimalkan apa yang mereka punya.

Bagi orang tua dengan ABK akan sangat berat untuk melakukan penerimaan terhadap kondisi anak pada saat bulan bulan pertama mengetahui kondisi anak mereka berbeda dengan anak yang lain. Sebagai orang tua dengan ABK, Bu Lili pernah berada pada posisi dimana beliau merasa pasrah dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi beliau tetap bersyukur karena secara fisik anaknya sehat dan hanya itu saja yang bisa menjadi pelipur lara.

Setiap orang tua memang harus belajar untuk bersyukur. Tuhan telah mengatur semua sebelum kita meminta sehingga wajib hukumnya untuk tetap bersyukur dan berusaha. Tidak hanya dalam hal bersyukur saja, belajar untuk menerima anak sebagaimana adanya dan mewakafkan diri untuk anak serta lingkungan sekitar. Apa itu mewakafkan diri? Diambil dari kata wakaf, menurut Tabungwakaf.com, wakaf adalah pada hakikatnya menyerahkan kepemilikan harta menjadi milik Allah atas nama ummat. Dari kata wakaf tersebut, Bu Lili ingin orang tua untuk mendedikasikan dirinya secara ikhlas untuk pertumbuhan anak serta membantu pemahaman orang sekitar tentang ABK.

Belajar untuk anak harus mempunyai niat yang kuat karena siapapun yang memulai sesuatu dengan niat akan dipermudah segala urusan tersebut karena niatnya. Belajar tidak hanya melulu di bangku sekolah, wajib hukumnya bagi seorang manusia untuk mencari ilmu atau informasi dari ayunan hingga liang lahat. Sebagai contoh, Bu Lili meceritakan bahwa beliau belajar dari segala sesuatu yang beliau dapatkan setiap hari seperti cobaan-cobaan yang beliau dapatkan dari pengalaman ditipu orang hingga merugi. Apa yang beliau dapatkan dari pengalaman tersebut? Beliau belajar untuk ikhlas sehingga beliau merelakan kerugian yang dialaminya karena beliau tidak ingin terlarut dalam tekanan. Beliau ingin anaknya melihat apa yang terbaik dari dirinya karena anak cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.

Setelah beberapa kali mengalami cobaan sembari tetap ingin membantu merubah pandangan masyarakat luas tentang ABK, Bu Lili mulai mengecap hasil yang beliau pupuk sejak beberapa tahun menjalani masa masa belajar dan berjuang untuk anaknya. Pernah mendengar pepatah hasil tidak akan mengkhianati proses? Bu Lili bisa menjadi contoh nyata pepatah tersebut. Beliau diundang dalam banyak acara untuk menceritakan pengalamannya dan juga memberikan konsultasi bagi keluarga dengan ABK. Memberikan semangat agar tidak pernah pudar keinginan para orang tua mempunyai anak yang teroptimalkan minat bakat serta kehidupannya kelak.

Pada diskusi santai sore kala itu, Bu Lili tidak lupa berpesan pada ibu, bapak, dan calon-calon orang tua agar tidak pernah patah semangat untuk mengenyam ilmu, untuk diri sendiri dan orang orang terdekat. Selain itu, Bu Lili juga berpesan untuk para orang tua dengan ABK maupun yang tidak bahwa haram hukumnya untuk orang tua merasa bersalah jika perkembangan anak tidak sesuai yang kita inginkan atau bahkan merasa bahwa memiliki ABK dalam keluarga adalah karma. Seorang anak yang lahir, ABK atau tidak, merupakan sebuah anugerah yang harus disyukuri dan dijaga hingga akhir hayat. Jadi, untuk para orang tua, wajib hukumnya untuk terus belajar dan berbagi dengan orang tua lain dalam mengoptimalkan pertumbuhan anak semampu yang orang tua bisa dan memaksimalkan minat bakat mereka.

Categories: Kegiatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: