Manusia terlahir dengan bakat dan masing-masing orang memiliki bakat yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena setiap manusia memiliki keunikannya masing-masing yang tidak bisa disamakan dengan yang lain. Bakat merupakan kekuatan yang dimiliki setiap orang yang berguna untuk mengembangkan karier dan mewujudkan impian yang diinginkan. Selain itu, bakat juga merupakan kapasitas dalam diri individu, yang berasal dari genetik atau mendapat pengaruh dari lingkungan. Bakat akan muncul dan berkembang apabila diberi stimulus dan kesempatan untuk berkembang. Tidak terbatas pada potensi intelektual saja, bakat juga dapat berupa kecerdasan lain, seperti fisik, seni, bahasa, hubungan interpersonal, hubungan intrapersonal, dan lain-lain.

Penyebutan bakat biasanya tak akan jauh dari penggunaan minat yang merupakan kesukaan terhadap objek atau aktivitas tertentu yang dipengaruhi oleh karakter individu dan lingkungan. Contoh minat adalah individu yang introvert akan lebih berminat melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa dikerjakan sendiri. Apabila anak suka mencorat-coret, bisa jadi dia memang berbakat menggambar, sementara minatnya terlihat dari kecenderungan menggambar kartun daripada menggambar realis.

Walaupun setiap orang memiliki bakatnya sendiri, masih banyak orang yang masih bingung dalam mengenali kekuatan atau bakat yang dimiliki, termasuk orang tua yang ingin mengenali bakat anaknya. Tidak ada waktu khusus kapan kita bisa mengetahui bakat. Dari anak berusia tiga tahun, orang tua dapat melihat kesukaan anak. Dengan karakteristik anak-anak yang cenderung jujur, akan terlihat apabila mereka menyenangi sesuatu atau tidak. Namun, bakat akan lebih terlihat apabila anak sudah masuk sekolah karena dapat dibandingkan dengan teman sebayanya.

Perlu disadari bahwa masa anak-anak merupakan masa-masa eksplorasi. Biarkan anak menggali potensi sebanyak-banyaknya dengan memberinya kesempatan untuk mengeksplor dirinya dan lingkungannya. Apabila anak didukung, ia akan merasa lebih positif, harga diri, dan kepercayaan dirinya meningkat sehingga bisa berdampak baik hingga dewasa. Hal ini juga berlaku pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Bakat yang dimiliki ABK dapat dioptimalisasi selama orang tua dan lingkungan mendukung. Namun, terkadang orang tua tidak merasa percaya diri, tidak meyakini anaknya tidak memiliki bakat, dan tidak memiliki harapan terhadap anaknya karena belum menerima sepenuhnya kondisi anak. Akibatnya, bakat anak menjadi tertutup.

Mengenali bakat ABK bisa diwujudkan dengan adanya keinginan orang tua untuk memfasilitasi potensi anak, mengenalkan kepada anak berbagai macam kegiatan, dan mengamati hal-hal kecil yang anak suka lakukan. Hal ini bisa dimulai dengan bergabung dengan komunitas-komunitas yang ada di lingkungan dan menemani anak beraktivitas. Orang tua bisa mengajak anak melakukan kegiatan-kegiatan yang orang tua dan anak senang melakukannya karena penting untuk membangun kerekatan antara orang tua dan anak. Dengan begitu, orang tua akan lebih mudah memahami dan mengenali bakat anak.

***

Gambar feature diambil dari sini

Categories: Kegiatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: