Dalam hidup, kita melakukan banyak hal penting. Kadang-kadang hal yang satu lebih penting dari hal lainnya. Akan tetapi, ketika beberapa hal menjadi sama pentingnya, kita perlu memiliki prioritas untuk memikirkan hal penting mana yang harus didahulukan. Begitu pula dalam urusan mendidik anak, prioritas diperlukan untuk menentukan mana yang penting bagi anak dan mana yang tidak. Tidak ada prioritas yang salah ataupun benar selama orang tua tahu apa yang paling baik untuk sang anak.

Prioritas harus disusun dan ditentukan karena prioritas adalah sebuah peta yang menunjukkan jalan dengan aman. Memilih mengikutkan anak pada kelas bakat dibandingkan kelas terapi merupakan salah satu contoh menentukan prioritas bagi anak. Bila dilakukan dengan rutin, kegiatan ini akhirnya menjadi jalan yang terbentang bagi sang anak. Prioritas juga membantu membentuk kedisiplinan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan prioirtas yang telah diatur.

Kunci untuk menentukan skala prioritas adalah memahami kegiatan mana yang penting dan mana yang mendesak. Penting berarti kegiatan itu harus dikerjakan, misalnya menyiram tanaman atau membuang sampah. Menyiram tanaman bila tidak dikerjakan akan membuat tanaman layu, sama halnya seperti tidak membuang sampah akan membuat kotor. Sementara itu, mendesak berarti kegiatan yang butuh dilakukan dengan segera, seperti menjawab telepon atau mematikan kompor.

Melalui grafik di atas, dapat dikatakan bahwa kegiatan yang penting dan mendesak harus dikerjakan terlebih dahulu sebagai prioritas utama. Contoh hal-hal yang penting dan mendesak adalah meminum obat sesuai takaran waktu. Setelah itu, hal-hal yang penting dan tidak mendesak harus diutamakan dan harus segera dikerjakan setelah prioritas pertama usai. Kemudian, hal-hal yang tidak penting dan mendesak dapat ditanggulangi dengan meminta bantuan orang lain. Terakhir, hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak dapat diletakkan pada posisi paling akhir skala prioritas.

Lantas bagaimana bila terlalu banyak rencana? Bagaimana menentukan prioritas ketika kegiatan anak sangat banyak dan membingungkan? Jawabannya adalah menentukan goal dan tujuan. Prioritas hanyalah sebuah peta yang menuntun kita untuk sampai pada tujuan kita. Ketika pilihan jalan menjadi terlalu banyak, kita harus melihat lagi goal apa yang kita tuju. Berikut ini adalah tips untuk menentukan goal yang dapat digunakan:

1. Realistis dan sesuai dengan kemampuan

2. Pastikan semua yang berkepentingan tahu dengan goal yang dibuat sehingga dapat membantu

3. Buat goal yang spesifik dan bisa diukur

4. Buat daftar goal lengkap dengan cara mencapainya

5. Targetkan kapan goal tersebut harus tercapai

6. Evaluasi terus menerus

Dalam hal menentukan goal untuk anak, orang tua baiknya menanyakan pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri: mau dijadikan seperti apakah sang anak? Seberapa besar kemampuan sang anak? Satu tahun lagi, bagaimana orang tua melihat anaknya? Apa yang dapat orang tua lakukan untuk mencapai target itu?

Menentukan tujuan bagi sang anak, diiringi dengan penentuan prioritas untuk memilih kegiatan mana yang lebih penting dari kegiatan lainnya adalah kunci untuk dapat mengembangkan potensi anak sehingga tak terbatas dan melampauinya.

Categories: Kegiatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: