Sekitar satu dari setiap 800-1,100 kelahiran terdapat ekstra kromosom pada kromosom 21 yang disebut Trisomy 21 atau down syndrome. Populasi down syndrome terus berkembang pesat beberapa tahun terakhir dan mulai menunjukkan peran agar dapat berfungsi di masyarakat.  Terlibat dalam sekolah inklusi, pekerjaan, dan komunitas kini menjadi hal yang biasa bagi penyandang down syndrome. Hal ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri bagi penyandang.

Saat ini, permintaan perawatan gigi pada penyandang down syndrome meningkat seiring dengan tren inklusi. Perawatan gigi untuk penyandang down syndrome ini, dapat dilakukan di klinik dengan sedikit adaptasi.  Hal ini dikarenakan operator yang masih di bawah pengawasan biasanya belum terbiasa merawat pasien difabel sementara dokter gigi umum biasanya tidak mempunyai rasa percaya diri untuk merawat pasien difabel.

Penyandang down syndrome memiliki kelainan bentuk tengkorak yang mempengaruhi struktur wajah di sekitar mulut dan rahang. Hal ini diakibatkan oleh perkembangan wajah bagian tengah yang tidak sempurna. Jembatan antara hidung, tulang midface (bagian tengah wajah) dan maksila (rahang atas) relatif menyempit. Karakteristik lain yang dialami oleh penyandang down syndrome adalah kebiasaan bernafas melalui mulut yang seringkali terjadi karena sempitnya jalan nafas pada hidung. Lidah terkadang terlihat membesar dan menjulur keluar (makroglosia). Kasus lain yang sering ditemukan adalah makroglosia yang terdapat pada penyandang down syndrome yang memiliki ukuran lidah normal tetapi mengalami penyempitan ukuran rongga mulut karena perkembangan wajah yang tidak sempurna. Adanya perkembangan struktur wajah yang tidak sempurna ini juga menyebabkan adanya gangguan dalam mengunyah, pembengkakan gusi, serta lebih mudah terserang karang gigi dan gingsul. Anak dengan down syndrome juga biasanya mengalami pertumbuhan gigi yang lambat, baik gigi susu ataupun gigi tetap.

Adanya perkembangan yang tidak sempurna pada struktur wajah down syndrome menyebabkan berbagai masalah gigi dan mulut pada anak, sehingga melakukan perawatan gigi dan mulut sejak dini pada anak dengan down syndrome menjadi penting untuk dilakukan. Sayangnya, perawatan gigi dan mulut yang dilakukan anak dengan down syndrome jarang dilakukan pada usia dini, karena kebutuhan medis lain yang lebih diprioritaskan. Hal ini membuat sang anak lebih sulit untuk beradaptasi dengan segala peralatan dan perawatan kedokteran gigi dan akibatnya akan lebih sulit untuk membiasakan anak merawat kesehatan giginya di rumah. Pada akhirnya anak menjadi takut dan tidak kooperatif sehingga enggan untuk diperiksa. Orang tua harus dapat memperkenalkan anak sejak dini dengan membawanya ke dokter gigi untuk melaksanakan pemeriksaan rutin minimal enam bulan sekali. Berikut cara-cara yang dapat digunakan untuk membuat anak tidak takut ke dokter gigi :

  1. Ceritakan pada anak bahwa pergi ke dokter gigi tidaklah menakutkan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
  2. Sesekali gunakan gambar-gambar ataupun buku untuk menceritakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan di dokter gigi.
  3. Buatlah perjanjian terlebih dulu dengan sang dokter dan ceritakan mengenai latar belakang anak (khusunya apabila anak menderita down syndrome) sehingga sang dokter juga bisa menyiapkan hal-hal apa yang harus dilakukan agar anak dapat merasa nyaman.
  4. Ceritakan pada dokter gigi cara yang terbaik untuk berkomunikasi dengan anak dan hal-hal yang bisa membuat anak nyaman.
  5. Jangan lupa untuk menceritakan semua keluhan yang ada pada anak agar mendapat perawatan yang sesuai.

 

***

Penulis: Urfa Aprilia
Urfa Aprilia adalah penyuka laut dan hujan, kata-kata dan tulisan. Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga ini paham akan pentingnya membagi kebahagiaan dan itulah yang ia lakukan selama menjadi relawan di Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus.

Editor: Habiibati Bestari

 

Sumber :

Pilcher, Elizabeth S. 1998. Dental Care for The Patient with Down Syndrome. Down Syndrome Research and Practice. Medical University of Souh Carolina. 3(5), pp 111-116

Dental Health Guidance for Parents and Caregivers of Children with Down Syndrome (Trisomy 21). http://dental.washington.edu/wp-content/media/sp_need_pdfs/Down-Parent.pdf

Gambar feature diambil dari sini


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: