Memiliki hewan peliharaan, mulai dari anjing, kucing, burung, hingga ikan, dapat menjadi hobi yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Banyak orang dewasa yang takut untuk memelihara hewan karena alasan kesehatan bagi sang anak, tetapi nyatanya memiliki hewan peliharaan dapat menjadi salah satu terapi yang baik untuk anak. Sebuah penelitian yang dilakukan pada anak dengan autisme menunjukkan bahwa anak yang mempunyai hewan peliharaan lebih mudah untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang baru. Apa lagi manfaat lainnya? Mari simak manfaat hewan peliharaan bagi sang anak di rumah!

1. Meningkatkan kemampuan fisik anak
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga yang memiliki anjing, rutin mengajak hewan peliharaan tersebut untuk berjalan-jalan keluar rumah sekitar 30 menit dalam seminggu. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan fisik anak karena tanpa disadari dengan mengajak hewan peliharaan berjalan santai atau bermain akan mendorong anak untuk bergerak aktif. Selain itu, permainan-permainan kecil yang dilakukan oleh anak dengan hewan peliharaannya dapat meningkatkan kemampuan fisik, seperti meningkatkan kemampuan motorik, meningkatkan kesehatan tulang, dan melatih keseimbangan anak. Dengan melakukan hal tersebut secara berkala, dapat juga menurunkan tingkat depresi pada anak. Hanya dengan mengelus-elus hewan peliharaan, tubuh anak dapat menjadi lebih rileks dan meningkatkan hormon yang bertugas untuk menurunkan stres.

 

2. Melatih untuk bertanggung jawab
Memiliki hewan peliharaan bukan hanya untuk dilihat dan dinikmati saja, tetapi kita juga punya kewajiban untuk merawat hewan tersebut. Hewan juga merupakan makhluk hidup layaknya manusia yang membutuhkan makan, minum dan tempat tinggal yang layak. Memberikan tugas-tugas sederhana seperti memberi makan hewan peliharaan atau memeriksakannya secara rutin ke dokter hewan, dapat menjadi sarana latihan yang baik bagi anak untuk belajar bertanggung jawab.

 

3. Meningkatkan kesehatan mental anak
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, menerapkan terapi menggunakan hewan (Animal-assited Therapy) yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan interaksi verbal, fokus, kepercayaan diri, serta menghilangkan rasa kesepian, kegelisahan, dan stress pada anak autisme yang diterapi menggunakan hewan. Adanya kegiatan yang rutin dengan hewan peliharaan membuat anak belajar untuk mengelola emosi. Sekadar memandangi ikan peliharaan dari luar akuarium saja, dapat menghilangkan stres dan menenangkan diri anak. Merawat hewan peliharaan adalah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa kasih sayang, peduli, serta perhatian pada sesama.

 

4. Meningkatkan interaksi sosial
Hewan peliharaan membuat anak berani untuk memulai hubungan yang baru, meningkatkan keinginan untuk bergabung dengan kelompok. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak yang memiliki hewan peliharaan menjadi lebih baik dalam hal memperkenalkan dirinya kepada orang lain, memberikan informasi, dan memberikan lebih banyak respon ketika berinteraksi. Hubungan yang terjadi antara anak dengan hewan peliharaan dapat menumbuhkan rasa empati dan simpati pada anak.

 

5. Meningkatkan kekebalan tubuh anak
Anak yang tumbuh di keluarga yang memiliki hewan peliharaan terbukti mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan keluarga yang tidak memiliki hewan peliharaan. Hal ini dinyatakan dalam beberapa studi yang menyebutkan bahwa hewan peliharaan dapat membantu majikannya terhindar dari alergi. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa anak yang tinggal dan tumbuh dengan kucing atau anjing di sekitarnya, lebih jarang mengalami panas dan asma.  Hal ini juga terjadi pada sebuah studi yang dilakukan di University of Wisconsin, anak yang sering berinteraksi dengan kucing, memiliki tingkat kekebalan tubuh yang kuat dan terhindar dari masalah pernafasan kronis.

 

***

Penulis            : Abdika Dwia
                          Abdika Dwia adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga yang saat ini                            tengah menjalani semester terakhirnya. Keinginannya untuk dapat terus membantu orang lain                                diwujudkan dalam kegiatan relawan yang dilakukan di Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan                            Khusus.
Editor              : Habiibati Bestari

 

Sumber :

Etika, N. M. (2017, Agustus 16). Terapi Anak Autisme dengan Hewan Peliharaan. Diambil kembali dari Hello Sehat: https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/autisme/terapi-anak-autisme-dengan-hewan-peliharaan/

Syaiful, I. (2017, Januari). Positif Negatif Memelihara Hewan Peliharaan. Diambil kembali dari Nanti Aje: http://nantiaje.blogspot.co.id/2017/01/positif-negatif-memelihara-hewan.html

Sams, Mona J., Fortney, Elizabeth V. &Willenbring, Stan. (2006). Occupational Therapy Incorporating Animals for Children With Autism: A Pilot Investigation. American Occupational Therapy Association, 60: 268-274.

 

Gambar feature diambil dari sini


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: